BERITA

UPT-PTPH BEKALI PETANI CARA KENDALIKAN PENGGEREK BATANG YANG RAMAH LINGKUNGAN OLEH : TIM PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI DINAS PERTANIAN DAN PERIKANAN KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN

Senin, 10 Agustus 2020

Distanikan Rabu (05/08/2020) UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan mengadakan kegiatan Gerakan Pengendalian OPT Penggerek Batang Pada Tanaman Padi Sawah di wilayah kerja BPP Kecamatan Sungai Kanan, tepatnya di areal persawahan Desa Parmerahan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pengamat Hama Penyakit (PHP) beserta staf teknis UPT-PTPH Provinsi Sumatera Utara, Koordinator BPP Sungai Kanan, Babinsa, PPL dan petani dari tiga kelompok tani Desa Parmerahan. Fokus utama gerakan ini yaitu pengendalian OPT yang ramah lingkungan, mengingat sebagian besar petani masih menggunakan pestisida kimiawi untuk mengendalikan OPT. Petani menggunakan pestisida kimiawi karena dianggap lebih praktis dan hasil terlihat lebih cepat dalam mengendalikan OPT. Namun, berdampak negatif terhadap lingkungan bila digunakan secara tidak bijaksana. Pestisida kimiawi akan meninggalkan residu yang dapat menyebabkan resurgensi (datangnya hama baru), resistensi (hama tahan pestisida), matinya musuh alami, dan dapat menyebabkan keracunan pada manusia. Dengan adanya kegiatan ini, petani yang hadir dibekali pengetahuan tentang pengendalian OPT yang ramah lingkungan. Salah satunya melalui demo pembuatan alat pemeliharaan agens hayati parasit Trichoderma yang mampu kendalikan penggerek batang serta ramah lingkungan. Alat ini terbuat dari potongan bambu sepanjang 1,5 meter yang diberi lubang diujung pangkal bambu. Penggunaan bambu sebagai alat pemelihara sangat ramah lingkungan selain itu mudah didapat dan sangat ekonomis. Pengendalian OPT dengan cara ini mampu menurunkan penggunaan pestisida sehingga meningkatkan ketersediaan agens hayati (musuh alami) yang ada di alam. Kegiatan ini juga di isi dengan sesi tanya jawab antara petani dan pihak UPT-PTPH sehingga semakin memperkaya pengetahuan petani tentang gejala dan cara pengendalian OPT penggerek batang. Selain itu, UPT-PTPH juga menyerahkan bantuan insektisida kepada petani yang digunakan untuk mengendalikan OPT yang menyerang tanaman padi mereka. Penggunaan pestisida diaplikasikan ketika OPT penggerek batang sudah tidak mampu dikendalikan secara hayati. Praktek langsung pun dilakukan oleh pihak UPT-PTPH mengenai cara pengaplikasian insektisida tersebut. Hal ini bertujuan agar petani dapat menggunakannya secara bijaksana. UPT-PTPH mengajak semua petani agar dalam pengendalian OPT menggunakan bahan yang ramah lingkungan seperti penggunaan agen hayati maupun pestisida non kimiawi. Gerakan ini diharapkan mampu menjadi stimulan atau rangsangan untuk mengubah pola pikir petani agar dapat beralih ke pengendalian OPT yang ramah lingkungan.