• slide1
  • slide1

BERITA

DINAS PERTANIAN DAN PERIKANAN MENGGELAR RAPAT KOORDINASI (RAKOR) BERSAMA DANRAMIL ...

Jumat, 11 September 2020

Distanikan Senin (7/9) Dinas Pertanian dan Perikanan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Danramil 11/Kotapinang mengenai ketahanan pangan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Rakor berlangsung di Kantor Dinas Pertanian dan Perikanan yang melibatkan unsur-unsur terkait, seperti bidang penyuluhan, bidang sarana dan prasarana, BPP, serta PPL. Tujuan digelarnya rapat, selain silahturahmi juga mengkoordinasikan serta membahas isu-isu terkini terkait ketahanan pangan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Azaman, ST, MM dalam sambutannya menyampaikan kondisi umum kegiatan pertanian di Labuhanbatu Selatan serta beberapa permasalahan yang dihadapi khususnya terkait proses cetak sawah baru. Beliau juga menambahkan, Distanikan Labusel siap bekerja sama dengan Danramil 11/ Kotapinang dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan sebagai bentuk implementasi komitmen kerja sama antara Kementerian Pertanian dengan TNI-AD. Menanggapi sambutan tersebut, Danramil 11/Kotapinang yang diwakili oleh Mayor Inf Thamrin Hasibuan menyatakan kesanggupan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perikanan untuk menunjukkan kontribusi aktif dan positifnya demi mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Labuhan batu Selatan. Kemudian rapat dilanjut dengan diskusi mengenai realisasi cetak sawah di Kecamatan Kampung Rakyat dan Kecamatan Torgamba serta pemecahan masalah di lapangan. Beberapa rumusan penting berhasil disepakati dalam pertemuan ini terkait optimasi lahan pertanian untuk ketahanan pangan . Dengan adanya Rakor tersebut diharapkan permasalahan-permasalahan dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan dapat segera teratasi dengan mengoptimalkan kerjasama yang sinergis dari berbagai lintas sektor terkait. Rakor pun ditutup oleh Kadis Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

PELEPASAN MAHASISWA PKL UNIVERSITAS LABUHANBATU (ULB) OLEH KEPALA DINAS PERTANIAN DAN PERIKANAN LABUHANBATU SELATAN OLEH ...

Selasa, 11 Agustus 2020

Distanikan______ Pelepasan mahasiswa PKL Universitas Labuhanbatu telah dilaksanakan pada Senin (10/08) sebagai bentuk berakhirnya masa PKL mahasiswa tersebut di Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang telah berlangsung selama kurang lebih 30 hari. Acara pelepasan dihadiri oleh Kadis serta Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan, pihak kampus yang diwakili oleh Ketua Prodi dan Dosen Pembimbing PKL Jurusan Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Labuhanbatu serta 12 orang mahasiswa PKL. Khairul Rizal, S.TP.,M.Si selaku Dosen Pembimbing PKL dalam sambutannya mengatakan praktik kerja lapangan yang dilaksanakan oleh mahasiswa merupakan bentuk pengimplementasian ilmu yang mereka peroleh selama kuliah. Selain itu, kegiatan ini merupakan kesempatan untuk mengembangkan skill, serta wawasan mereka sehingga dapat menumbuhkan rasa percaya diri, kedisiplinan dan tanggung jawab. Ketua Prodi, Yudi Triyanto, SP.,M.Si juga menambahkan bahwa setelah menjalani Praktek Kerja Lapang (PKL) diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikan hasil praktik yang telah didapat termasuk aspek-aspek penilaian saat PKL meliputi sikap kesopanan, kedisiplinan, kemampuan kerja secara individual maupun tim, inisiatif, kreatifitas serta ketelitian, sehingga kedepannya ilmu maupun pengalaman yang diperoleh bermanfaat bagi masyarakat. Kadis Pertanian dan Perikanan dalam arahannya mengapresiasi keberadaan mahasiswa PKL dan berpesan agar mahasiswa PKL terus berkarya dan berinovasi khususnya di bidang yang akan mereka geluti nantinya. Sementara itu, para mahasiswa PKL merasa berterimakasih karena telah diterima dengan baik untuk melaksanakan praktik kerja di Dinas Pertanian dan Perikanan. Bahkan lebih dari itu, para mahasiswa PKL sangat berterimakasih atas bimbingan maupun pengetahuan serta pengalaman baru yang mereka peroleh selama melaksanakan praktik kerja lapang. Acara pun diakhiri dengan saling bersalaman antara mahasiswa PKL dengan para pejabat dinas. Tak lupa juga pemberian cindera mata oleh pihak Kampus Universitas Labuhanbatu kepada Dinas Pertanian dan Perikanan yang diterima langsung oleh kadis dan sekretaris dinas. Kemudian ditutup dengan melakukan foto bersama di depan kantor Dinas Pertanian dan Perikanan.

UPT-PTPH BEKALI PETANI CARA KENDALIKAN PENGGEREK BATANG YANG RAMAH LINGKUNGAN OLEH : TIM PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMEN ...

Senin, 10 Agustus 2020

Distanikan Rabu (05/08/2020) UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan mengadakan kegiatan Gerakan Pengendalian OPT Penggerek Batang Pada Tanaman Padi Sawah di wilayah kerja BPP Kecamatan Sungai Kanan, tepatnya di areal persawahan Desa Parmerahan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pengamat Hama Penyakit (PHP) beserta staf teknis UPT-PTPH Provinsi Sumatera Utara, Koordinator BPP Sungai Kanan, Babinsa, PPL dan petani dari tiga kelompok tani Desa Parmerahan. Fokus utama gerakan ini yaitu pengendalian OPT yang ramah lingkungan, mengingat sebagian besar petani masih menggunakan pestisida kimiawi untuk mengendalikan OPT. Petani menggunakan pestisida kimiawi karena dianggap lebih praktis dan hasil terlihat lebih cepat dalam mengendalikan OPT. Namun, berdampak negatif terhadap lingkungan bila digunakan secara tidak bijaksana. Pestisida kimiawi akan meninggalkan residu yang dapat menyebabkan resurgensi (datangnya hama baru), resistensi (hama tahan pestisida), matinya musuh alami, dan dapat menyebabkan keracunan pada manusia. Dengan adanya kegiatan ini, petani yang hadir dibekali pengetahuan tentang pengendalian OPT yang ramah lingkungan. Salah satunya melalui demo pembuatan alat pemeliharaan agens hayati parasit Trichoderma yang mampu kendalikan penggerek batang serta ramah lingkungan. Alat ini terbuat dari potongan bambu sepanjang 1,5 meter yang diberi lubang diujung pangkal bambu. Penggunaan bambu sebagai alat pemelihara sangat ramah lingkungan selain itu mudah didapat dan sangat ekonomis. Pengendalian OPT dengan cara ini mampu menurunkan penggunaan pestisida sehingga meningkatkan ketersediaan agens hayati (musuh alami) yang ada di alam. Kegiatan ini juga di isi dengan sesi tanya jawab antara petani dan pihak UPT-PTPH sehingga semakin memperkaya pengetahuan petani tentang gejala dan cara pengendalian OPT penggerek batang. Selain itu, UPT-PTPH juga menyerahkan bantuan insektisida kepada petani yang digunakan untuk mengendalikan OPT yang menyerang tanaman padi mereka. Penggunaan pestisida diaplikasikan ketika OPT penggerek batang sudah tidak mampu dikendalikan secara hayati. Praktek langsung pun dilakukan oleh pihak UPT-PTPH mengenai cara pengaplikasian insektisida tersebut. Hal ini bertujuan agar petani dapat menggunakannya secara bijaksana. UPT-PTPH mengajak semua petani agar dalam pengendalian OPT menggunakan bahan yang ramah lingkungan seperti penggunaan agen hayati maupun pestisida non kimiawi. Gerakan ini diharapkan mampu menjadi stimulan atau rangsangan untuk mengubah pola pikir petani agar dapat beralih ke pengendalian OPT yang ramah lingkungan.

BERTANAM PADI, UPAYA MENJAGA KETAHANAN PANGAN OLEH : TIM PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI DINAS PERTANIAN DAN PERIKA ...

Selasa, 04 Agustus 2020

Distanikan__________ Demi menjaga ketersediaan pangan khususnya beras selama pandemi Covid-19, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan melalui Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) mendampingi para petani Poktan Pardomuan I bertanam padi di Desa Sabungan, Kecamatan Sungai Kanan. Bertanam padi dilakukan di lahan persawahan seluas 30 hektar, menggunakan bibit padi varietas Ciherang. Kegiatan tanam padi serempak ini juga merupakan upaya pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan khususnya daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan.


Mengapa bertanam padi dapat menjaga ketahanan pangan?

 

Kita tahu bahwa padi merupakan komoditas pertanian yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia sebagai akibat dari tingginya konsumsi beras oleh masyarakat. Padi sebagai tanaman penghasil beras selain sebagai penghasil bahan pangan pokok, juga merupakan sumber penghasilan utama bagi jutaan petani di Indonesia. Perannya yang vital sebagai bahan pangan pokok sangat berdampak terhadap ketahanan pangan nasional, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19. Krisis pangan menghantui Indonesia sebagai dampak pandemi saat ini.

 

Ketahanan pangan dimasa pandemi menjadi sesuatu yang harus diupayakan untuk menghindar dari krisis pangan yang seakan menghantui Indonesia. Mengingat bahwa masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras dalam kuantitas besar, sehingga ketahanan pangan nasional identik dengan ketersediaan beras. Pemerintah pun melakukan berbagai upaya peningkatan produksi padi agar dapat mencukupi konsumsi beras bagi penduduk yang jumlahnya terus meningkat dan mendapat prioritas utama dalam pembangunan pertanian di Indonesia.

 

Dalam upaya meningkatkan produksi padi, pemerintah melalui Kementerian Pertanian melakukan berbagai inovasi pertanian, baik berupa varietas unggulan, metode budidaya, maupun penanganan hama, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan petani. Kementan juga bekerja sama dengan dinas pertanian provinsi, dinas pertanian kabupaten, penyuluh, dan Babinsa untuk memonitor luas tambah tanam (LTT) padi di seluruh Indonesia setiap harinya.

 

Upaya lain dalam meningkatkan produksi padi khususnya ditengah kondisi pandemi, ditempuh pemerintah melalui percepatan gerakan tanam padi agar ketahanan pangan tetap terjaga. Hal ini membuktikan pertanian tidak berhenti ditengah wabah Covid-19, sehingga pemerintah berharap para penyuluh pertanian maupun swadaya untuk tetap bekerja mendampingi para petani.

ATASI SERANGAN GRAYAK DENGAN CARA TEPAT OLEH : TIM PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI DINAS PERTANIAN KABUPATEN LABUHAN ...

Kamis, 30 Juli 2020

Distanikan Dalam pelaksanaan budidaya tanaman jagung, serangan hama ulat grayak atau biasa disebut oleh petani sebagai ulat tentara merupakan hal yang biasa terjadi bahkan menyerang tanaman yang masih muda. Hama ulat grayak menyerang tanaman jagung mulai dari umur 7 hari setelah tanam hingga usia panen. Fase yang paling merusak dari hama jagung ini yaitu fase larva atau ulat. Kumpulan larva hama ini seringkali menyebabkan daun tanaman hanya tersisa tulang daun dan batang tanaman saja. Apabila kumpulan larva hama jagung ini mencapai kepadatan rata-rata populasi 0.2 – 0.8 larva per tanaman dapat menyebabkan pengurangan hasil produksi sebanyak 5 – 20%.

Pengurangan hasil produksi akan menyebabkan kerugian pada petani. Seperti yang dialami oleh salah satu petani jagung di Desa Aek Raso, Kecamatan Torgamba. Kebun jagung petani tersebut seluas 2 hektar terserang hama ulat grayak. Menurut pengamatan Pak Miswanto selaku Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Aek Raso, serangan ulat grayak ini menyebabkan daun rusak terkoyak, berlubang tidak beraturan, terdapat kotoran seperti serbuk gergaji dan pada serangan berat daun menjadi gundul. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian sesegera mungkin, agar hama ulat grayak tidak sampai menyerang bagian tongkol tanaman.

Faktanya, serangan ulat grayak dapat dicegah diawal pertanaman dengan cara:

§ Penggunaan benih dan varietas yang memiliki daya kecambah yang baik dan bebas dari penyakit.

§ Lakukan waktu penanaman yang tepat waktu dan hindari waktu penanaman yang tidak seragam pada satu lahan.

§ Kondisi tanah yang baik dengan penggunaan pupuk anorganik secara seimbang untuk mengurangi intensitas serangan hama ulat grayak.

§ Lakukan sistem tumpang sari tanaman jagung dengan tanaman lain yang tidak disukai oleh hama ini.

§ Lakukan pengamatan setidaknya seminggu sekali untuk mengamati, mempelajari, dan mengambil keputusan yang tepat jika ditemukan gejala serangan hama ini.

Sedangkan untuk tindakan pengendalian dapat dilakukan dengan beberapa cara:

1.  Secara mekanis, dapat dilakukan adalah dengan cara mencari dan membunuh larva dan telur hama ini secara mekanis, yakni dengan dihancurkan dengan tangan.

2.  Secara biologis, dengan penggunaan musuh alami yang berperan sebagai agen pengendali hayati untuk mengurangi   populasi   hama   ulat   grayak.   Beberapa   contoh   musuh   alami    dari    hama    ini    yaitu jenis parasitoid Trichogramma spp. dan jenis predator cecopet, kumbang kepik, dan semut.

3.  Secara kimiawi, dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida yang efektif seperti Curacron 500 EC atau Decis 2,5 EC sesuai dosis yang dianjurkan.

 

 

Sumber:

Rukmana, R. 2007. Jagung: Budidaya, Pasca Panen, dan Keanekaragaman Pangan. Semarang: Aneka Ilmu. https://bulelengkab.go.id/detail/artikel/penanggulangan-dan-pengendalian-ulat-grayak-hama-baru-pada- pertanaman-jagung-71

http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/83039/PENGENDALIAN-HAMA-ULAT-GRAYAK-PADA-TANAMAN- JAGUNG/

SOSIALISASI TANAMAN PEKARANGAN OLEH DINAS PERTANIAN DAN PERIKANAN KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN ...

Jumat, 23 Agustus 2019

Seperti yang kita ketahui bahwa lahan pertanian kita semakin tahun semakin menyempit. Lahan pertanian yang awalnya untuk menanam padi dan palawija lainnya serta buah-buahan, kini beralih fungsi menjadi pabrik dan kavling perumahan, Dengan semakin menyempitnya lahan pertanian, maka berdampak pada berkurangnya hasil pertanian dan tanaman pangan lainnya. 

Dalam rangka meningkatkan motivasi, wawasan dan keterampilan masyarakat Kecamatan Torgamba dalam memanfaatkan pekarangan guna memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan mengadakan Sosialisasi Tanaman Pekarangan TA. 2019 yang dilakukan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Torgamba pada hari Rabu, 19 Juni 2019.

Dalam sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Pekarangan tersebut sejumlah peserta turut hadir diantaranya Kelompok Tani yang ingin memanfaatkan lahan yang ada di pekarangan rumah mereka. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada peserta tentang pemanfaatan lahan pekarangan, pengolahan pangan Bergizi Beragam Seimbangan dan Aman (B2SA) dan keamanan pangan

 

“Lahan pekarangan memiliki potensi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis keluarga. Hanya saja, pemanfaatannya belum dilakukan secara maksimal,” jelas nara sumber selaku Koordinator PPL Kecamatan Torgamba Bapak Sugiarto.

Untuk mendukung kegiatan sosialisasi dalam meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan memberikan sejumlah bibit gratis untuk berbagai jenis tanaman yang dapat di tanam di lahan pekarangan kepada petani yang hadir dalam sosialisasi tersebut.

Kedepannya diharapkan, setiap rumah tangga agar bisa mengoptimalisasi sumber daya yang dimiliki, termasuk pekarangan dalam menyediakan pangan bagi keluarga

GALERI FOTO

GALERI VIDEO

ANGGOTA DINAS PERTANIAN DAN PERIKANAN

KONTAK